Dengan meminjam pemikiran Peter Doolittle (1994) dalam ERIC Clearinghouse on Assessment and Evaluation Washington DC, di bawah ini akan diuraikan tentang apa dan bagaimana pengukuran portofolio guru ?
Apa pengukuran portofolio guru itu?
TEMPAT CARI DATA GRATIS & AKURAT DOC, XCL PPT, RTF, TXT, DAN PDF
Anda mungkin pernah mengalami kebingungan ketika anda mencari file dokumen untuk tugas sekolah, kuliah, kantor, karya tulis, tugas akhir, skipsi dan lainnya. Kemudian anda mencoba mencari dimesin pencari namun pada akhirnya harus pusing bolak-balik mencari dan file yang anda cari-pun tidak anda temukan/dapatkan.
Kini KUMPULAN MAKALAH & BANTUAN BAHAN MAKALAH memiliki sebuah mesin pencari gratis, efektif dan akurat untuk mencari semua file yang dibutuhkan dengan berbagai macam format pilihan data yaitu Doc, Xcl, PPT, TXT, Rtf dan PDF. Mesin pencari ini praktis dan mudah. Praktis karena pencariannya lebih spesifik, mudah karena anda tidak akan disesatkan oleh website yang konten/isinya hanya related post.
KELEBIHANNYA:
Untuk mengetahui, membuktikan dan mencari data yang anda cari, silahkan untuk mengunjungi dan menggunakan Mesin Pencarinya.
mohon untuk disebarkan untuk berbagi dan Semoga Bermanfaat ^_^
^_^ KLIK PADA GAMBAR
TEMPAT CARI DATA GRATIS & AKURAT DOC, XCL PPT, RTF, TXT, DAN PDF
Anda mungkin pernah mengalami kebingungan ketika anda mencari file dokumen untuk tugas sekolah, kuliah, kantor, karya tulis, tugas akhir, skipsi dan lainnya. Kemudian anda mencoba mencari dimesin pencari namun pada akhirnya harus pusing bolak-balik mencari dan file yang anda cari-pun tidak anda temukan/dapatkan.
Kini KUMPULAN MAKALAH & BANTUAN BAHAN MAKALAH memiliki sebuah mesin pencari gratis, efektif dan akurat untuk mencari semua file yang dibutuhkan dengan berbagai macam format pilihan data yaitu Doc, Xcl, PPT, TXT, Rtf dan PDF. Mesin pencari ini praktis dan mudah. Praktis karena pencariannya lebih spesifik, mudah karena anda tidak akan disesatkan oleh website yang konten/isinya hanya related post.
KELEBIHANNYA:
Untuk mengetahui, membuktikan dan mencari data yang anda cari, silahkan untuk mengunjungi dan menggunakan Mesin Pencarinya.
mohon untuk disebarkan untuk berbagi dan Semoga Bermanfaat ^_^
^_^ KLIK PADA GAMBAR Like this:
John Milthon Gregory merupakan penulis buku yang terkenal tentang Tujuh Hukum Mengajar. Inilah beberapa petunjuk yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru yang baik.
Sumber: John Milthon Gregory. Tujuh Hukum Mengajar
Ini saya posting tulisannya Dorothy L. Nolte tentang pendidikan untuk anak-anak.
Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda semua :
Jika anak-anak hidup dengan kritikan, mereka belajar untuk mengutuk.
Jika anak-anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan.
Jika anak-anak hidup dengan rasa takut, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan.
Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk merasa menyesal sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan olokan, mereka belajar untuk merasa malu.
Jika anak-anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri hati.
Jika anak-anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah.
Jika anak-anak hidup dengan semangat, mereka belajar percaya diri.
Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran.
Jika anak-anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi.
Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk cinta.
Jika anak-anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar seperti itu sendiri.
Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar bagus untuk memiliki tujuan.
Jika anak-anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kedermawanan.
Jika anak-anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar sebenarnya.
Jika anak-anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan.
Jika anak-anak hidup dengan baik-baik, mereka belajar menghargai.
Jika anak-anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
Jika anak-anak hidup dengan keramahan, mereka belajar di dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup.
oleh Dorothy Law Nolte (1924 – 2005)
UrgenSI PEndidikan Anak di keluarga
main-main kata Add commentsPEnDAHULUAnIndonesia dari sejak dulu sampai pada saat ini adalah negara yang sangat kaya. Namun sayang, sejak dulu dan juga sampai pada saat ini, orang-orang yang tinggal di negeri ini belum mampu untuk memanfaatkan kekayaan yang ada secara maksimal. Oleh karenanya, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini tentu saja meningkatkan kualitas sumber daya manusia di negeri ini. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia seringkali dikaitkan dengan masalah “anggaran”. Baik “anggaran” di tingkat negara sampai dengan keluarga. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, negara dituntut untuk memberikan alokasi yang pantas untuk pembangunan di bidang pendidikan. Di sisi lain, keluarga juga harus melihat seberapa besar anggaran yang ia miliki sehingga dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya sehingga anaknya dapat menjadi seorang yang berkualitas. Proses peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi begitu erat kaitannya dengan uang. Padahal tidak selamanya ‘pendidikan’ yang mahal memberikan pelayanan dengan kualitas prima. Sebut saja permasalahan-permasalahan yang terdapat di lembaga pendidikan: bullying, tawuran, mencontek, pre-marital sex, narkoba, dll. Seringkali lembaga-lembaga pendidikan dengan guru-guru yang profesional tidak mampu menangani permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah. Apalagi, sebagian besar permasalahan kenakalan anak di sekolah berakar dari permasalahan pendidikan anak di keluarga. Karena itu, pendidikan anak di keluarga tetap menjadi suatu hal yang utama. Mendidik anak di keluarga untuk menjadikan anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas juga tidak selamanya membutuhkan uang yang mahal. Sebenarnya jika orang tua telah berupaya untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya, hal itu juga sudah menjadi modal yang besar untuk membekali anak-anak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.Urgensi pendidikan anak di keluarga bukan suatu hal yang baru sebagai salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dalam proses kebangkitan nasional. Bahkan terkesan kuno. Tapi sepertinya Indonesia memang tidak butuh teori-teori dan masukan-masukan baru. Gagasan mengenai urgensi pendidikan anak di keluarga sudah menjadi kuno dan usang mungkin karena selama ini hanya menjadi sebuah teori dan belum banyak yang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Baca entri selengkapnya »
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah.
Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah Subhanaha watta’alla dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya, bahwa untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran.
Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Menurut William F (tanpa tahun) Pendidikan harus dilihat di dalam cakupan pengertian yang luas. Pendidikan juga bukan merupakan suatu proses yang netral sehingga terbebas dari nilai-nilai dan Ideologi. Baca entri selengkapnya »
Dengan meminjam pemikiran Peter Doolittle (1994) dalam ERIC Clearinghouse on Assessment and Evaluation Washington DC, di bawah ini akan diuraikan tentang apa dan bagaimana pengukuran portofolio guru ?
Apa pengukuran portofolio guru itu?
Disusun oleh:
Kelas 2B
OJIM SURYANA (0601990)
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………..1
A. Latar Belakang………………………………………………………1
B. Rumusan Masalah……………………………………………………1
C. Tujuan…………………………………………………………………1
BAB II TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK…..2
A. Teknik Tes…………………………………………………………….2
a. Tes intelegensi…………………………………………………….2
b. Tes bakat…………………………………………………………..3
c. Tes kepribadian……………………………………………………4
d. Tes prestasi belajar…………………………………………………4
B. Non-tes…………………………………………………………………4
1. Observasi (pengamatan)……………………………………………4
2. Catatan anekdot……………………………………………………5
3. Wawancara ………………………………………………………..6
4. Angket……………………………………………………………..6
5. Autobiografi……………………………………………………….7
6. Sosiometri …………………………………………………………7
7. Studi kasus…………………………………………………………7
BAB III PENUTUP……………………………………………………………9
A. Kesimpulan…………………………………………………………..9
B. Saran…………………………………………………………………10
DAFTAR FUSTAKA…………………………………………………………11
A. Pengertian
Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan- keterampilan intelektual, sosial dan fisik yang bersumber dari kemampuan- kemampuan mendasar yang prinsipnya telah ada dalam diri siswa (DEPDIKBUD, dalam Moedjiono, 1992/ 1993 : 14)
Menurut Semiawan, dkk (Nasution, 2007 : 1.9-1.10) menyatakan bahwa keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan- kemampuan yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah, sehingga para ilmuan berhasil menemukan sesuatu yang baru. Baca entri selengkapnya »